Gig Report : CNUT! Charity (Sebuah Perhelatan Amal Tanpa Duka)


Siang itu di Bogor hujan turun lumayan deras. Saya yang baru saja pulang setelah ujian tengah semester buru-buru pulang ke rumah untuk segera bersiap-siap menuju Jakarta. Sabtu kemarin merupakan hari yang saya tunggu-tunggu karena di Jakarta akan berlangsung sebuah charity gig yang digagas oleh teman-teman CNUT! (Cacat Nada Untuk Teman) untuk penggalangan dana bagi para korban bencana alam di Merapi, Mentawai, dan Wasior. Kebetulan selain saya (bersama bibir merah berdarah) juga menjadi salah satu performer di acara tersebut, saya dan beberapa teman dari Bogor yang tergabung dengan Hujan! Radio juga menjadi media partner dari gig tersebut dan rencananya kami akan melakukan live streaming dari sana. Bogor – Jakarta yang biasanya ditempuh dengan waktu satu jam menjadi molor dua jam karena macet yang menggila di jagorawi, alhasil untuk menghilangkan stress kami hanya bisa bersumpah serapah, bernyanyi sekenanya sambil bergoyang di dalam mobil mengikuti nada yang diputar oleh i-Pod dan merelakan jika kami tidak bisa sound check karena telat datang. Kami bertolak dari Bogor pukul tiga sore dan baru sampai di tempat acara sekitar jam enam lewat!.

Begitu sampai ditempat acara yaitu di fX Music,  Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan kami tim dari Bogor disambut oleh teman-teman dari CNUT! dan langsung mencari restroom alias kamar mandi! Fiuhh. Ternyata setelah masuk ke dalam fx Music salah satu kru kami yang bermukim di Jakarta telah lebih dulu mempersiapkan keperluan live streaming dari Hujan! Radio dan ketika itu ternyata beberapa teman-teman performer juga masih melakukan sound check, akhirnya saya bersama teman-teman menunggu untuk melakukan sound check sekedarnya karena waktu telah menunjukkan pukul 18.40 dan acara dijadwalkan mulai pukul 19.00 setelah itu kami berpencar untuk mengisi perut.
Sehabis makan saya kembali lagi ke fX Music dan ternyata acara belum dimulai padahal waktu telah menunjukkan pukul 19.40 dan beberapa teman-teman CNUT! terlihat masih sibuk menyiapkan segala sesuatu termasuk Kia, ketua dari CNUT! yang selalu terlihat paling sibuk setiap kali CNUT! mengadakan acara. Acara baru benar-benar dimulai sekitar pukul 20.15 dan terlihat kerumunan penonton yang mulai berkumpul di bibir panggung. CNUT! Charity dibuka oleh duo MC Cumen dan Afi yang juga merupakan penyiar dari Hujan! Radio, entah karena gugup atau apa ketika membuka acara ini terlihat mereka sedikit kaku dan kikuk juga melontarkan internal joke yang malah membuat crowd bingung, saya juga mendengar celotehan dari afi yaitu “ah gw gak bakat nih jd MC”.  Setelah menjelaskan konsep acara, duo MC tersebut pun mempersilahkan penampil pertama yaitu MYTH (Miles Yard To Home) untuk mulai bersiap diatas panggung. Walaupun tampil pertama MYTH tetap tampil dengan maksimal, musik metal yang berfusi dengan beat dance merupakan ciri dari band ini. MYTH tampil bertiga dengan dua programmer yang dua-duanya saling mengisi di departemen vokal dan satu orang gitaris, MYTH terbilang sukses menjadi pembuka perhelatan ini. Penampil kedua yaitu DYZTRX, seperti biasa duo yang dimotori oleh Aldhan Prasatya dan Caesar SV ini  selalu menampilkan performa yang berkualitas dan memancing crowd untuk mulai bergoyang. Duo MC Cumen dan Afi yang ketika pertama membuka terlihat kaku lambat laun mulai larut dalam suasana dan menghasilkan celotehan-celotehan yang memancing tawa dengan mengorbankan diri mereka masing-masing menjadi bahan jokesnya. Penampil selanjutnya yaitu duo dengan “tampilan” klasik dan memainkan musik unik, ya siapa lagi kalau bukan Crazy Game. Komposisi-Komposisi yang dimainkan oleh Crazy Game seolah selalu membuai saya untuk kembali ke jaman ketika NES merupakan konsol game yang paling canggih, selain itu mereka juga mengcover lagu “Summer Loop” dari Pickney.

 MYTH

 DYZTRX

 CRAZY GAME

Selanjutnya Stand By Emulator (SBE) yang tampil, saya keluar sejenak untuk berkeliling melihat booth pameran dari Klastic Jakarta, dan sekembalinya saya ke dalam ternyata SBE memainkan musik yang berbeda dengan penampilan – penampilan sebelumnya yang pernah saya lihat. Erwin hanya tampil sendiri tanpa Ridwan yang berhalangan ikut dan memainkan musik yang tergolong berubah-ubah mulai dari happy hardcore, sedikit noise-core dengan permainan bendingtoysnya ketika berkolaborasi dengan Ichak Microgore dan menjadi dance ketika mengcover lagu dari The Ataris “The Saddest Song” bersama Afi. Setelah SBE waktunya saya dan teman-teman Bibir Merah Berdarah (BMB) yang bersiap untuk tampil dan menset alat. Kami memainkan tiga lagu dan dibuka dengan “Dan Hujan Pun Terkunci Ditengah Kujang”, suasana memanas ketika part “kami yang jelata kami yang mati” diteriakkan bersama dengan crowd dilanjut dengan “Darah Juang” serta cover version dari lagu Teknoshit “Penyapu Jalan” yang dimainkan dengan dua gitar dan berkolaborasi dengan Aduy dari Nintenboys, aksi “angkat mengangkat” atau stage diving tak terelakkan dan ketika saya diangkat oleh crowd, stand mic yang berada disamping jatuh tersenggol kabel mic yang saya pegang, alhasil stand mic pun patah.  BMB perform seperti tidak ada hari esok, dan saya pun mengakui bahwa kami bermain rapih hari itu, senyum puas tersungging dari wajah kami. 

 
STAND BY EMULATOR

 BIBIR MERAH BERDARAH

Setelah BMB, performer yang ditunggu-tunggu oleh crowd yaitu Local Drug Store (LDS) pun tampil. Tensi acarapun semakin memanas dengan alunan musik electro-clash yang LDS mainkan, gaya dari sang vokalis Yumna ketika perform mengingatkan saya dengan performa Karen-O di Yeah Yeah Yeahs. LDS tampil memukau dengan musik live PA’nya, lagu-lagu seperti “I Wanna Kill Your Sister” dan “Virgin” yang beberapa waktu lalu mereka bagikan gratis via facebook dan twitter juga ikut dimainkan. Setelah LDS giliran Turbo Blip mendinginkan suasana dengan lagu-lagunya. Malam itu Volta tidak menggunakan Gameboy tapi hanya menggunakan laptop “gw mau pake laptop untuk membuktikan bahwa musik chiptunes itu tidak melulu tentang gameboy dan untuk menjawab pertanyaan yag ada di FB”. Dengan atau tanpa gameboynya Turbo Blip berhasil menciptakan koor dari crowd yang ikut bernyanyi di tiap lagu yang dimainkan seperti “Bimbang”, “Kota Hujan”, dan “Tenggelam”. Selain itu beberapa crowd di barisan depan (termasuk saya) mulai bergoyang seperti para penonton di acara musik Dahsyat dan sejenisnya, kami juga bergoyang ala senam SKJ dan poco-poco, semua bernyanyi, bergoyang, dan tertawa senang. Setelah Turbo Blip waktunya The Listrix naik panggung dan posisi MC Cumen dan Aduy yang menggantikan afi karena afi akan main. Celotehan Aduy yang menjurus ke selangkangan dan menjadikan apa yang dilihatnya sebagai bhan jokes pun memancing tawa para crowd dan mengisi waktu jeda. The Listrix pun tampil, kali ini dengan musik yang dimix antara dubstep dan drum and bass. The Listrix juga sempat mengcover lagu dari Pendulum yang berjudul “Propane Nightmare”, lagi – lagi Afi memancing tawa saya dan teman-teman karena tingkahnya ketika memainkan Kaosspad yang seperti menjitak kepala orang.

LOCAL DRUG STORE

TURBO BLIP

 THE LISTRIX

Arcade Playmate tampil setelah The Listrix, grup yang tadinya hanya dimotori oleh Tosi dan Koko kali ini tampil dengan konsep baru bersama drummer dan vokalis wanita yang sangat lykke li sekali gaya bernyanyinya. Di awal lagu pertama Tosi sempat bermain Bass dan sepertinya Arcade Playmate menggeser konsep musiknya menjadi cenderung lebih gloomy. Sang vokalis wanita malam itu menarik perhatian dari crowd yang mayoritas memang laki-laki dan tak jarang celetukan-celetukan pun terlontar dari mulut Cumen yang mengomentari sang vokalis wanita tersebut. Setelah Arcade Playmate saatnya Massive Untill Morning (MUM) dan Sebiron untuk tampil dengan konsep back to back. Ada sedikit kejadian lucu sebelum MUM dan Sebiron tampil, Echa dari MUM ditantang untuk membuka bajunya oleh vokalis dari Arcade Playmate dan Echa pun membuka bajunya, baju yang dibuka sempat dilempar oleh crowd kebelakang dan saya ambil untuk “diamankan” tapi akhirnya saya lempar kembali ke Echa Karena tak tega melihat crowd yang setengah pingsan dan berkata “iyuuuh” melihat bulu gambris di dada Echa, mungkin kalau acara ini digelar oleh komunitas gay akan lain ceritanya. MUM dan Sebiron tampil dengan lagu-lagu Dance Housenya yg upbeat dan memancing untuk bergoyang, walaupun ada sedikit kendala teknis di kabel Amil yang menjadikan suara dari Gameboy Amil kadang timbul-tenggelam.

ARCADE PLAYMATE
MASSIVE UNTIL MORNING & SEBIRON

Seharusnya setelah MUM dan Sebiron tampil acara ini ditutup oleh Microgore, tapi dikarenakan keterbatasan waktu akhirnya tepat pukul 00.00 acara pun ditutup oleh MC yang menjadi Trio yaitu Cumen, Afi, dan Aduy. Kami mulai merapihkan alat dan bersiap untuk pulang kembali ke Bogor, bagi saya pribadi acara CNUT! Charity ini sangat berkesan dan menyenangkan karena saya bisa bertemu dengan teman-teman dari luar kota, tertawa bersama, mengobrol panjang lebar dan sharing tentang segala hal, senyum puas dan rasa senang tidak dapat disembunyikan dari tiap-tiap wajah yang hadir malam itu, walaupun kendala keterbatasan waktu membuat beberapa performer seperti Micorgore, Toys Of Vega, Remedmatika, Superheroboy, Luglio, dan YesNoWait tidak jadi tampil, tapi diluar itu semua acara CNUT! Charity ini terbilang cukup sukses. Kami pulang ke Bogor dengan senyum, suasana hangat di CNUT! Charity membuat saya masih terkena euphoria bahkan sampai ketika saya menulis tulisan ini. Great gig, great friends, great beer..that was one hell of a gig dan mungkin tidak akan terulang lagi.


Words by: Gilang Nugraha
Photograph by: Arief Rahmat Hadi and Sigit Dwi Prabowo

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...