Sejarah Radio - Sejarah Radio Indonesia

Sejarah Radio : Apakah saat ini teman-teman masih sering memanfaatkan radio? masih senang dengan siaran radio kah? atau bahkan sudah lupa?padahal beberapa puluh tahun lalu, radio menjadi barang yang sangat berharga banget ya.sekarang malah ngga dipakai atau malah malu memakainya. he..he. btw, Tahukah teman-teman tentang sejarah radio? terutama sejarah radio Indonesia?

Rata-rata pengguna awal radio adalah para maritim, yang menggunakan radio untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode morse antara kapal dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang yang memata-matai armada Rusia saat Perang Tsushima pada tahun 1901. Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah saat tenggelamnya RMS Titanic pada tahun 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam dengan kapal terdekat dan komunikasi ke stasiun darat. Radio digunakan untuk menyalurkan perintah dan komunikasi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut di kedua pihak pada Perang Dunia II; Jerman menggunakan komunikasi radio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah lautnya dipotong oleh Britania. Amerika Serikat menyampaikan Program 14 Titik Presiden Woodrow Wilson kepada Jerman melalui radio ketika perang. Siaran mulai dapat dilakukan pada 1920-an, dengan populernya pesawat radio, terutama di Eropa dan Amerika Serikat.

Siaran radio yang pertama di Indonesia (waktu itu bernama Nederlands Indie - Hindia Belanda), ialah Bataviase Radio Vereniging (BRV) di Batavia (Jakarta Tempo dulu), yang resminya didirikan pada tanggal 16 Juni 1925, jadi lima tahun setelah di Amerika Serikat, tiga tahun setelah di Inggris dan Uni Soviet.

Stasiun radio di Indonesia semasa penjajahan Belanda dahulu mempunyai status swasta. Karena sejak adanya BRV tadi, maka muncullah badan-badan radiosiarn lainnya Nederlandsch Indische Radio Omroep Masstchapyj (NIROM) di Jakarta, Bandung dan Medan, Solossche Radio Vereniging (SRV) di Solo, Mataramse Verniging Voor Radio Omroep (MAVRO) di Yogjakarta, Verniging Oosterse Radio Luisteraars (VORO) di Bandung, Vereniging Voor Oosterse Radio Omroep (VORO) di Surakarta, Chineese en Inheemse Radio Luisteraars Vereniging Oost Java (CIRVO) di Surabaya, Eerste Madiunse Radio Omroep (EMRO) di Madiun dan Radio Semarang di Semarang.

Artikel ini berkaitan dengan : sejarah radio | sejarah televisi | Oz Radio | sejarah perkembangan radio | penemu radio | sejarah proklamasi | sejarah telepon | sejarah radio di indonesia | sejarah proklamasi indonesia | sejarah penemuan radio | sejarah radio dunia | sejarah radio di dunia | sejarah radio indonesia | sejarah tentang radio | sejarah radio fm | sejarah penemu radio

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...